AK. MANAJEMEN: Responsibility Accounting Information

INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN 

A.    Konsep Dasar

Sistem Akuntansi pertanggungjawaban merupakan tahap perkembangan mutakhir cara pengendalian biaya yang tidak hanya terbatas pada biaya produksi saja melainkan meliputi pengendalian biaya non produksi.Pertanggungjawaban seorang manajer terkait dengan wewenang yang dimiliki untuk dapat mengendalikan sesuatu yang berada di bawah wewenangnya, diantaranya: aktiva, pendapatan dan biaya.

 B.     Manfaat

1.      Sebagai dasar penyusunan anggaran.

2.      Penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban.

3.      Pemotivasi manajer.

4.      Memungkinkan pengelolaan aktivitas.

5.      Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.

 C.    Asumsi Perilaku

1.      Pengelolaan berdasarkan penyimpangan (management by exception).

2.      Pengelolaan berdasarkan tujuan (management by objective).

3.      Struktur pertanggungjawaban sesuai dengan struktur herarkhi organisasi.

4.      Manajer dan bawahannya bersedia menerima tanggung jawab yang dibebankan melalui struktur herarkhi.

5.      Mendorong kerjasama, bukan kompetisi.

 D.    Rekayasa dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban

       1.      Sistem Akuntansi pertanggungjawaban tradisional

a.       Laporan biaya berisi:

          Nomor kode rekening biaya

          Jenis atau pusat pertanggungjawaban

          Realisasi biaya bulan ini

          Anggaran biaya bulan ini

          Penyimpangan biaya bulan ini

          Realisasi biaya sampai dengan bulan ini

          Anggarann biaya sampai bulan ini

          Penyimpangan biaya sampai dengan bulan ini

b.      Sistem pengelolaan informasi

          Didasarkan atas dokumen sumber, dicatat setiap jenis biaya ke dalam buku pembantu biaya. Dan digolongkan ke setiap pertanggungjawaban yang bersangkutan.

          Pengumpulan HP produksi melalui tahap: a) alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi; b) perhitungan HP produksi bagian persiapan, pengolahan dan penyelesaian.

          Perhitungan HP produksi melalui tahap: a) biaya yang langsung terjadi di bagian persiapan; b) biaya BOP dialokasikan dari pusat pertanggungjawaban pembantu ke bagian persiapan.

    2.      Dalam Activity based responsibility accounting

          Dilakukan pemisahan biaya penambah nilai dan biaya bukan penambah nilai.

Tujuannya:

          Dapat memusatkan perhatian pada pengurangan biaya bukan penambah nilai.

          Menyadari besarnya pemborosan yang terjadi.

          Memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: